“Garuda Cacat”, haruskah dibuang?

18 comments 1094 views

Akhirnya saya juga terbebas dari kutukan kepala timah Rank (Try to be Gorango Rank;). Tulisan pertama di komunitas Kawanua Blogger saya mencoba menulis opini tentang dunia Blogging menurut pengalaman saya selama ini ketika bergelut didunia tersebut.

Terbesit dibenak saya tentang apa yang ingin saya tulis disini, bagaimana enaknya mencicipi dunia blog terutama dalam hal kepuasan batin  menulis maupun mengekspresikan jati diri dalam sebuah kanvas html,  juga tentang betapa tak sama media blog dan media social network dimana beberapa tahun belakangan membawa wabah yang melanda hampir 99,9 % warga dunia maya (bukan data resmi, hanya perasaan saya saja).

Terus kenapa judulnya Garuda Cacat, haruskah dibuang?. Itu terjadi karna semua khayalan tadi sirna oleh artikel sebelumnya yang ditulis oleh si Barol yang berjudul Kenapa Harus Blog?. Mohon maaf kalo saya sedikit curhat, itu karna saya merasa sedikit diperkosa idenya. Hmmm.., tak apalah, toh kan Show must go on!

Garuda Cacat?. Analogi ini saya berikan kepada negeri tercinta kita semua, Indonesia. Kenapa?. Metafora tersebut terlintas di pikiran saya setelah beberapa hari mulai rajin menjadi BlogLang (Blogger Petualang). Disitus – situs berita ternama, blog – blog ternama dan blog – blog copas, kebanyakan antusias membahas tentang betapa ancornya (translate = Hancurnya) Indonesia sekarang ini dengan berbagai kejadian negatif dan semi-memalukan sebagian besar penduduk Tanah air. Sebut saja kasus Gayus, kisruh PSSI, mafia hukum, kontroversi penistaan Agama, pengekangan kebebasan pers, musik plagiat, publik figur terjerat narkoba dan sederet berita yang memampang wajah suram nusantara beberapa waktu belakangan. Komplit-lah sudah jejeran masalah yang membuat saya melabelkan negeri ini sekarang sebagai Garuda cacat.

“Terus setelah kita mengetahui bahwa Garuda sekarang telah cacat, apakah kita harus membuangnya?”.

Ironi tersebut muncul dalam beberapa tulisan (yang membahas masalah – masalah tadi) di internet, yang seperti merasa caparuni (merasa jijik) dengan keadaan bangsa seperti sekarang ini. Tanpa memberikan solusi, tulisan – tulisan tersebut men-judge bahwa negeri ini sudah jatuh kedalam lubang kesengsaraan, tidak akan bisa menjadi negara maju, atau bahkan lebih ekstrim lagi menyebut bahwa negeri ini sudah mati.

Saya jadi teringat dengan beberapa hal yang terjadi dimasa lalu, dimana istilah nasionalisme kerap kali dipakai untuk menggambarkan suasana anak – anak negeri pada saat itu. Ketika Indonesia dijuluki Macan Asia pada saat pemerintahan (Alm) Soeharto, ketika 1946 Indonesia membantu India dengan mengirimkan bahan pangan, ketika Indonesia bertahan pada resesi global 2007, ketika Liem Swie King dan Rudy Hartono menciptakan all-Indonesian Final pada kejuaraan bulutangkis All-England 1976 dan mungkin yang teranyar ketika Indonesia melumat timnas Malaysia 5 – 1 di penyisihan piala AFF tahun lalu (meskipun difinal Indonesia harus kalah).

Semua momen tadi digadang – gadang membangkitkan rasa Nasionalisme yang tinggi dan membuat sang Garuda terbang tinggi diatas angkasa. Namun sekali lagi, ketika sang Garuda tertunduk lesu dan tak berdaya, semua orang yang memujanya dulu, berbalik  mencercanya. Come on Guys!. Inikah perlakuan kita sebagai manusia yang beradab dengan membuang sesuatu yang sudah habis manisnya? Mungkin kita semua rakyat Indonesia harus lebih banyak mengintrospeksi diri apakah kita layak untuk men-judge negara ini sebagai negara yang “tidak bisa apa – apa”. Tidak sadarkah bahwa kita adalah burung – burung kecil yang sudah dinaungi oleh sang Garuda yang perkasa terbang melintasi langit yang sangat luas dan panjaha (jahat / kejam) ini? Satu solusi yang terbaik adalah bahwa sekarang gantian kita semua membantu mengobati sang Garuda agar bisa sembuh dan kembali bisa mengepakkan sayapnya di langit bebas. Mengutip dari salah satu pidato terkenal mantan Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, sebuah kutipan yang buat saya pribadi sangat menyentil dan membangkitkan rasa nasionalisme saya ;

“ask not what your country can do for you – ask what you can do for your country.”

(Bertanya bukan apa yang negaramu bisa lakukan / berikan untukmu – bertanyalah apa yang bisa kamu berikan untuk negaramu)

— John F. Kennedy, 20 Januari 1961

Mungkin quote ini cocok untuk rakyat Indonesia sekarang yang terus mengharapkan agar Indonesia bisa lebih membanggakan lagi. Jangan buat seperti Indonesia kembali dijajah, namun oleh diri kita sendiri. Seperti kutipan “Tidak ada manusia yang sempurna” begitu juga sebuah negara tidak ada yang sempurna, meski begitu Aku masih tetap bangga menjadi dan mengaku orang Indonesia karna satu alasan;

Aku dilahirkan di sini bukan karna kebetulan, namun atas Kehendak Yang Maha Kuasa. Jadi ada maksud yang indah dari semua ini. Thanks all, see yeah…

author
Author: 
Suatu hari saya menemukan dua blog keren, yaitu TYripsOld dgn TYripsNew... - End -
  1. author

    Ansen6 years ago

    Benar pemikirannya bro, meskipun sulit memutar arah 180° namun jika semua memiliki kesadaran berfikiran nasionalisme seperti ini, bukan mustahil bangsa ini akan menunjukan perubahan ke arah yang lebih baik. PERTAMAX kang.
    Ansen´s last blog post ..Panduan theme twenty Ten WordPress 3 plus

    Reply
  2. author

    carnicus6 years ago

    qra pikir bkn cacat gan, cuma bapece dikit kok :berduka

    biasalah tipikal org indonesia, suka uforia berle’ hehehe jgn diambil hati gan

    anyway.. nice post gan :iloveindonesia

    Reply
    • author

      Rich*rd R#nd#nuwu6 years ago

      kita biasa pake majas Hiperbola bro, jadi begitu noh…hehehe
      Yah so begitu kang tipikal orang Indonesia (sama deng kita…;), kita berdoa semoga banyak orang Indonesia yang mo maso Sorga noh… :thumbup …Amien…

      Reply
  3. author

    Ansen6 years ago

    nda jd PERTAMAX dech
    Ansen´s last blog post ..Panduan theme twenty Ten WordPress 3 plus

    Reply
    • author

      Rich*rd R#nd#nuwu6 years ago

      Nyanda apa – apa gan, Premium so lumayan kwa sekarang… :ngakak

      Reply
      • author

        eserzone6 years ago

        Ia bro, lumayan susah ja cai skarang

        Reply
  4. author

    gebi6 years ago

    wahwahwah. terharu saya baca tulisan kamu. kalau saja semua pemuda indonesia minimal berfikiran seperti kamu . mediumnya berfikir kedepan dengan semangat itu. maksimalnya bergerak maju melakukan yang terbaik untuk negerinya. tak lama lagi indonesia bisa jadi lebih dari negara adidaya itu.

    Reply
    • author

      Rich*rd R#nd#nuwu6 years ago

      wahwahwah… saya juga terharu liat komen kamu., saya terharu karna karna kamu mengatakan kalau kamu terharu baca tulisan saya, akhirnya… (gak usah digubris, gak penting)…
      Thats what i’m talkin about.., kenapa gak ada satupun orang Indonesia yang berpikir bahwa Indonesia gak bisa jadi negara adidaya?? Macan Asia era Soeharto, pengen ganyang Malaysia era Soekarno, Pertumbuhan Ekonomi stabil ketika Krisis ekonomi Global, dsb. Itulah maksud saya dalam tulisan Indonesia, Sebagian besar orang Indonesia gak yakin kalo sebenarnya mereka bisa dan Indonesia-pun bisa… :D

      Thanks Gaby udah mampir di Kawanua Blogger…

      Reply
  5. author

    eserzone6 years ago

    Pandangan yang bagus bro… Semoga ketika nanti kita berada di atas (memegang tampuk kekuasaan) kita tak akan lupa dengan apa yang kita katakan… Btw so ada pemuja ngana cad :ngakak

    Reply
    • author

      Rich*rd R#nd#nuwu6 years ago

      Mantap skali ini pemuja satu ini noh bro, baru dia yang bilang kita pemuda… :ngakak

      Reply
  6. author

    jimriver rickard6 years ago

    artikel ini tentunya tidak jauh dari bahasanya http://www.tyrips.com/
    saya menunggu “hantaman” dari bro TYrips yang selanjutnya #hidupsm*asher hahhha
    jimriver rickard´s last blog post .. Ketetapan Untuk Umat-Nya

    Reply
    • author

      Rondonuwu clan6 years ago

      hidup sm*shblast…
      btw, sapa pe blog itu bro?? rupa mantap sekali noh…

      Reply
  7. 1898 morgan silver dollar5 years ago

    Thanks!…

    Thanks for all your insight. This site has been really helpful to me….

    Reply
  8. author

    saut van kelsen5 years ago

    tetap cinta GARUDA, walau cacat… :)
    saut van kelsen´s last blog post ..TEGA

    Reply

Leave a reply "“Garuda Cacat”, haruskah dibuang?"

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco