“Gula darah saya 189mg/dl, Dokter. Apakah saya baik-baik saja?”

“Gula darah saya 189mg/dl, Dokter. Apakah saya baik-baik saja?”

tanya ibu Widya, seorang wanita berumur 68 tahun setelah menerima hasil  pemeriksaan gula darah di sebuah laboratorium. Pensiunan guru sekolah menengah ini memiliki bobot sekitar 72 kg dengan tinggi badan yang cuma 157 cm namun terlihat selalu ceria.

“Hmm.. Hal ini menurut ukurannya tidak apa-apa, Bu. Namun sebaiknya waspada karena dari rekam medik Ibu ada beberapa pertimbangan yang menurut kami merupakan faktor resiko terjadinya kencing manis atau diabetes melitus dan komplikasinya dengan kesehatan Ibu dalam jangka panjang.” jelas sang dokter.

Penyakit kencing manis atau diabetes melitus adalah suatu menyakit kelainan metabolisme gula darah yang diakibatkan oleh karena terganggunya produksi, kerja atau keduanya dari hormon insulin.

Semua makanan yang mengandung karbohidrat yang kita konsumsi akan akan dicerna oleh usus dan diserap ke dalam darah dalam bentuk glukosa  untuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh tubuh. Pendistribusian ini mengunakan darah sebagai alat transportnya; jadi darah akan mengikat glukosa dan  mengikuti peredarannya kemudian melepaskan glukosa ini ke tempat-tempat yang membutuhkan untuk selanjutnya diubah menjadi tenaga seperti pada otot, jaringan otak, otot jantung, dan semua jaringan tubuh termasuk juga pembuluh darah. Ketika glukosa yang diikat darah sampai pada tujuannya, maka diperlukan hormon insulin untuk membuka ikatan glukosa dengan darah tersebut dan kemudian mentransporkannya ke dalam sel organ yang membutuhkan. Jika jumlah hormon insulin tidak memadai atau kinerjanya tidak optimal maka ikatan glukosa dengan darah tidak akan terbuka dan terjadilah penumpukkan glukosa dalam darah sehingga terjadi kenaikan kadar gula darah.

Gejala-gejala utama diabetes meliputi hyperglicemia; kenaikkan kadar gula dalam darah lebih dari normal, polimiksi; keluhan sering kencing apalagi pada malam hari, polidipsi; keinginan untuk minum air terus-menerus, polifagi; nafsu makan yang sangat besar tetapi walaupun makan sangat banyak penderita diabetes justru mengalami penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya yang terkadang terjadi begitu cepat.

Gejala lainnya merupakan gejala komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes yang biasanya terjadi dalam jangka panjang berupa gangguan pada pembuluh darah baik pembuluh darah koroner maupun pembuluh darah tepi, gangguan sistem saraf tepi, penurunan vitalitas seksual sampai impotensi, gangguan pada ginjal, gangguan penglihatan sampai kerusakan otak. Gangguan  keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh karena melonjaknya kadar gula darah bisa mengakibatkan gejala akut diabates yang sangat berbahaya yang dikenal dengan Keto-Asidosis Diabetikum (KAD). Apabila ini terjadi, penderita akan bernafas cepat dan dalam, bibir dan lidah kering, dan kadang disertai dengan syok di mana penderita akan kehilangan kesadaran, tekanan darah menurun drastis dan kadang disertai kejang yang bisa membawa kematian.

Faktor resikso diabetes melitus sendiri secara klinis diartikan sebagai hal-hal yang menyangkut semua aspek kehidupan seeorang dihubungkan dengan besar kecilnya kemungkinan timbulnya suatu penyakit diabetes. Faktor resiko ini berhubungan dengan garis keturunan, kondisi fisik dari masa lalu sampai sekarang dan pola hidup yang dipengaruhi lingkungan di mana seseorang tinggal.

Apa sajakah faktor resiko ibu Widya tadi?

Menurut World health Organization (WHO) seseorang dikatakan memiliki faktor resiko terkena diabetes melitus dan komplikasinya apabila:

1.      Usia di atas 45 tahun

2.      Berat badan berlebihan/kegemukan/obesitas dengan nilai IMT = 23kg/m2

3.      Dengan hipertensi ? 140/90mmHg

4.      Adanya riwayat diabetes melitus dalam garis keturunan

5.      Kolesterol HDL ? 35mg/dl dan atau trigliserida ? 250mg/dl

6.      Pada wanita ditemukan adanya riwayat keguguran berulang, melahirkan bayi cacat atau pernah melahirkan bayi dengan berat badan lahir > 4000gr.

Pada saat seseorang menginjak usia 45 tahun kemerosotan fungsi organ tubuh mulai nyata. Semua organ tubuh tidak lagi berada pada kondisi optimal seperti masa muda dan kemungkinan terjadinya gangguan dalam metabolisme tubuh pun semakin besar, termasuk salah satunya gangguan produksi hormon insulin, kerja hormon insulin atau keduanya yang mencetuskan diabetes. Namun memang tidak secara umum karena pada individu-individu  tertentu gangguan metabolisme ini justru muncul lebih awal ataupun sebaliknya. Adalah bijak jika setelah seseorang berumur 40 tahun melakukan medical check up setiap tahun untuk memantau kesehatannya dan berkonsultasi pada dokter keluarga demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagi orang yang memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas tidak hanya akan lebih mudah mengalami gangguan metabolisme gula darah, namun juga lebih rentan dengan penyakit-penyakit lainnya. Pengontrolan berat badan sangat diperlukan untuk menjaga vitalitas tubuh. Makan yang teratur dan menu makanan sehat sangat dianjurkan sepenting olahraga dan membentuk suatu kebiasaan atau pola hidup sehat. Sebuah studi di Amerika yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa ilmu gizi pada 4.770 orang menunjukkan bahwa mereka yang mengaku menonton televisi 3 jam atau lebih dalam sehari dan yang mengalami obesitas jumlahnya dua kali lipat dibanding yang menonton televisi kurang dari satu jam dalam sehari. Nonton televisi sambil ngemil memang enak, tapi apakah ternyata hal ini sehat jika berlebihan?

Hipertensi juga harus disikapi dengan bijak karena penyakit yang melibatkan pembuluh darah di seluruh tubuh ini kalau hanya dibiarkan tanpa kontrol yang ketat, akan perlahan-lahan melemahkan organ-organ vital seperti jantung, otak, ginjal, hati dan pencernaan. Lebih dari sebagian orang dengan hipertensi menahun biasanya mengalami pembesaran jantung dan gangguan irama jantung sampai kematian jaringan jantung karena penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung atau kita kenal dengan penyakit jantung koroner. Penyempitan tidak hanya bisa terjadi di jantung, pembuluh darah otak juga bisa mengalami penyempitan atau malah pecah dan mengakibatkan stroke. Jika seseorang dengan dua faktor resiko di atas dan dengan hasil pemeriksaan gula darah yang cenderung tinggi, biasanya akan dianjurkan untuk melakukan medical check up lebih ketat mengingat kesehatannya berada pada kondisi yang riskan.

Derajat kemakmuran negara ini semakin tinggi, pola makan masyarakat juga bergeser dari pola makan tradisional yang mengandung bayak karbohidrat dan serat ke pola makan yang terlalu banyak mengandung protein, lemak gula dan  garam dan sedikit mengandung serat. Di samping itu  cara hidup yang sangat sibuk dengan pekerjaan dari pagi sampai malam hari duduk di belakang meja menyebabkan tidak adanya kesempatan untuk berolahraga. WHO membuat perkiraan  bahwa pada awal abad 21 ini jumlah pengidap diabetes di atas umur 20 tahun akan berjumlah 150 juta orang dan dalam kurun waktu 25 tahun kemudian jumlah itu akan membengkak menjadi 300 juta orang. Penelitian itu juga mengungkapkan bahwa sebagian besar kenaikkan angka ini berada di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Apakah kita akan termasuk di dalamnya?

Kalau begitu apa yang sebaiknya kita lakukan?

1.      Terapkan pola hidup seimbang.

Segala sesuatu yang kurang ataupun berlebihan tidaklah baik dan bahkan dapat menimbulkan efek buruk dalam jangka panjang.

Seimbangkan pola makan, makanlah makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh jangan hanya karena keinginan kita. Makanlah makanan yang sehat yang mengandung karbohidrat, protein dan lemak dalam jumlah yang cukup.

Seimbangkan pola gerak dengan asupan makanan. Bila kita mengkonsumsi makanan dengan kalori yang tinggi seimbangkan dengan kegiatan dan aktifitas fisik yang memadai sehingga semua energi dari makanan tersebut tidak menumpuk dan mengakibatkan kegemukan dan peningkatan kadar lemak darah. Berolaraga teratur sangat dianjurkan.

Seimbangkan hidup dengan menjaga harmoni antara kesehatan fisik, mental dan spiritual.

2.      Terapkan keteraturan mulai sekarang.

Mulailah dengan teratur berdoa dan membaca Kitab Suci setiap hari untuk kesehatan rohani, lanjutkan dengan kebiasaan makan yang teratur dan istirahat yang cukup.

Kita tidak perlu merasa terperangkap dengan banyaknya aktifitas jika semuanya diatur dengan baik. Atur kembali jadwal kerja dan buatlah sedemikian rupa sehingga mempunyai jadwal olaraga atau kegiatan fisik sejenis  yang teratur dan temukan hidup yang lebih lega dan mengrangi stres.

3.      Sekali lagi tegakkan disiplin

Tidaklah mudah untuk memulai lagi, namun disiplin sering merupakan jalan yang lebih murah untuk menghindari masalah kesehatan khususnya yang dalam jangka panjang.

Disiplin rohani, mental dan jasmani sangat penting selain untuk kesehatan secara holistik juga untuk kemajuan individu.

4.      Buat Peta kesehatan kita

Medical check up dan konsultasi dengan pihak yang kompeten sangat disarankan. Beberapa faktor penyakit bisa diketahui lebih dini dan bisa dilakukan pencegahan dengan lebih cepat dengan cara ini. Dan dengannya kita bisa mengetahui kondisi fisik kita seperti apa, di mana saja yang membutuhkan perhatian khusus dan apa saja yang harus kita lakukan untuk mempertahankan kesehatan pada tingkat yang optimal dalam jangka panjang ke depan.

author
Author: 
  1. author

    Calvin7 years ago

    makase bu dokter … so tako tare qt … so darting qt ini …. so musti bertobat dari golojo kong so musti banya olah raga kang … makase banya …..
    .-= Calvin´s last blog ..Generasi 4L4Y dan SCL BLENDED =-.

    Reply
  2. author

    Anita SilvanaR7 years ago

    hahaha baru darting n gula darah tre’ yg kita da bahas angko so tako..
    belum ley angko pe ke’Gode’an pasti mo dikupas tuntas
    .-= Anita SilvanaR´s last blog ..Keluhan Sang Dokter =-.

    Reply
  3. author

    Mario Sumilat7 years ago

    Pasien : “Gula darah saya 189mg/dl, Dokter. Apakah saya baik-baik saja?”

    Ada yg aneh. Pasien yg tahu darimana kadar gulanya?
    Self test? masih jarang yg pake…

    Dialog yg tepat mungkin bagini :
    Dokter : “Pak/Bu, kadar gula anda 189mg/dl”
    Pasien : “Apakah saya baik-baik saja?”
    ———————
    Just my opinion, tantu katu Ibu Dokter yg lebe tau… ;)

    Reply
    • author

      admin7 years ago

      Namanya juga ngeblog …ga ada aturan baku menulis sebuah artikel di blog kok! Nyantai ajah… yang penting maksud dari artikelnya sudah bisa dimengerti :)

      Reply
    • author

      Anita7 years ago

      umhh ini sih base on the true story, jadi memang percakapannya terjadi seperti itu. memang ada pemeriksaan lab lebih dahulu namun sengaja dipotong karena ribet ^^
      thanks neh Io
      Anita´s last blog post ..Keluhan Sang Dokter

      Reply
  4. author

    Erdien7 years ago

    Menakutkan juga neh.
    APalagi saya kerja kurang gerak neh, ditambah lagi kurang olahraga :D

    Reply
  5. author

    brand6 years ago

    harus benar2 dijaga neh kesehatan kita, dengan pola hidup sehat n teratur..
    web design surabaya

    Reply
  6. does wartrol work6 years ago

    is wartrol a scam…

    […]Wartrol Scam genital warts on guys[…]…

    Reply
  7. Chicken Coop Plans6 years ago

    Nice Work…

    Great Info Please publish more..thanks again be back very soon…

    Reply
  8. Tempat Wisata Menarik di Manado - Kawanua Blogger5 years ago

    […] Pantai Malalayang. Merupakan tempat wisata murah meriah yang terdapat di pinggiran kota Manado. Pantai Malalayang merupakan pantai pasir hitam yang dihiasi dengan sedikit bebatuan. Kalau pada hari minggu ataupun hari libur lainnya, banyak orang yang datang berkunjung ke pantai ini baik untuk mandi di pantai, menikmati pemandangan Teluk Manado dengan latar belakang Pulau Manado Tua dan Pulau Bunaken, menikmati panorama sunset yang indah sambil mencicipi kue khas Manado, pisang goreng dengan dabu-dabu kepala ikan roa dan berbagai panganan khas Manado. […]

    Reply
  9. Tempat Wisata | Fadhila Tsintana5 years ago

    […] Pantai Malalayang. Merupakan tempat wisata murah meriah yang terdapat di pinggiran kota Manado. Pantai Malalayang merupakan pantai pasir hitam yang dihiasi dengan sedikit bebatuan. Kalau pada hari minggu ataupun hari libur lainnya, banyak orang yang datang berkunjung ke pantai ini baik untuk mandi di pantai, menikmati pemandangan Teluk Manado dengan latar belakang Pulau Manado Tua dan Pulau Bunaken, menikmati panorama sunset yang indah sambil mencicipi kue khas Manado, pisang goreng dengan dabu-dabu kepala ikan roa dan berbagai makanan khas Manado. […]

    Reply

Leave a reply "“Gula darah saya 189mg/dl, Dokter. Apakah saya baik-baik saja?”"

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco