Kehamilan Resiko Tinggi (Bagian Pertama)

4 comments 998 views

Apakah Kehamilan risiko tinggi itu? Anda mungkin sudah lama mendengar istilah ‘Kehamilan risiko tinggi’ dikemukakan oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnnya dimedia cetak maupun elektronik. Tapi, apa sebenarnya yang dimaksudkan para dokter dan tenaga kesehatan tersebut dengan istilah ‘kehamilan risiko tinggi’? kehamilan risiko tinggi merupakan kehamilan yang memiliki risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun pada saat persalinan, baik risiko terhadap ibu, bayi maupun keduanya bila dibandingkan dengan kehamilan yang biasanya atau yang normal.

 Bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan oleh kehamilan dengan risiko tinggi ?

Bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh kehamilan risiko tinggi bisa terjadi pada janin maupun pada ibu. Antara lain:

–          Bayi lahir belum cukup bulan. Bayi lahir prematur. Dalam keadaan ini bayi dilahirkan dengan kualitas untuk bertahan hidup yang sangat rendah dan tentunya rentan dengan penyakit-penyakit tertentu yang dikarenakan belum matangnya organ-organ tubuh sang bayi, termasuk paru-paru dan organ pencernaan. Angka kematian bayi prematur jauh lebih tinggi dari angka kematian bayi normal. Di samping itu biaya perawatan bayi prematur juga sangat jauh lebih mahal ketimbang perawatan bayi yang lahir dalam keadaan normal dan cukup bulan.

–          Bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR). Lahir dengan berat badan rendah mengisyaratkan adanya hambatan pertumbuhan di dalam rahim.

–          Keguguran (abortus). Keguguran biasanya ditandai dengan keluarnya darah dari jalan lahir. Hal terburuk yang bisa terjadi selama proses keguguran adalah pendarahan yang sangat hebat yang mengakibatkan ibu meninggal, juga bisa terjadi infeksi yang meluas ke dalam darah (sepsis).

–          Persalinan tidak lancar/macet. Kemacetan persalinan sangat berbahaya dan mengancam nyawa baik ibu maupun bayi yang akan dilahirkan. Dengan perkembangan ilmu kedokteran sekarang ini, biasanya kemacetan proses kelahiran bisa diatasi dengan peralatan maupun dengan melakukan operasi. Walaupu begitu, alat bantu dan prosedur operasi yang dilakukan juga memiliki resiko dan membutuhkan biaya yang lebih besar.

–          Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan. Perdarahan ini bisa mengancam nyawa ibu dan memerlukan penelolaan yang intensif termasuk dengan melakukan transfusi darah.

–          Janin mati dalam kandungan. Kematian calon bayi bisa karena adanya gangguan dalam rahim maupun karena kelainan bawaan dari calon bayi yang terjadi karena pembentukan organ-organnya yang tidak sempurna atau mengalami kelainan genetic.

–          Ibu hamil/bersalin meninggal dunia. Kematian merupakan risiko paling menyedihkan yang bisa dialami seorang ibu dengan kehamilannya yang berisiko.

–          Keracunan kehamilan/kejang-kejang. Keracunan pada masa kehamilan atau dalam bahasa medisnya ‘toksemia gravidarum’ adalah suatu kondisi di mana suatu kehamilan mengakibatkan sistem organ dalam tubuh seorang ibu hamil kacau balau dan bisa mengakibatkan kejang-kejang yang mempengaruhi sistem sarafnya. Bisa dibayangkan jika hal ini terjadi pasti akibat sampingannya sangat merugikan, baik buat sang ibu maupun buat keluarga.

Apa saja yang tergolong Kehamilan risiko tinggi?

Kehamilan risiko tinggi dibagi dalam 4 golongan, dalam kesempatan ini kita akan bahas faktor pertama saja dulu, yaitu:

Penyakit yang menyertai kehamilan

Penyakit-penyakit tersebut menurut jenisnya adalah sebagai berikut:

  • Penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan ginjal misalnya darah tinggi, rendahnya kadar protein dalam darah dan tingginya kadar protein dalam urin. Peningkatan tekanan darah yang diiringi dengan penurunan kadar protein dalam darah yang terbuang melalui urine adalah tanda-tanda awal terjadinya keracunan dalam kehamilan. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah preeklamsia. Gejala-gejala tersebut bisa lebih parah lagi jika disertai dengan kejang-kejang, yang menandakan sistem saraf turut terpengaruh. Hal ini bisa mengakibatkan kematian baik ibu maupun calon bayi. Bila bisa diketahui dan ditangani dengan tepat, ibu dan bayi bisa selamat. Namun bila terlambat atau penanganan tidak tepat, maka akan mengakibatkan kecacadan bahkan kematian.
  • Inkompatibilitas darah atau ketiksesuaian golongan darah misalnya pada janin dan ibu yang dapat menyebabkan bahaya baik bagi janin maupun ibu seperti ketidaksesuaian resus.
  • Endokrinopati atau kelainan endokrin seperti penyakit gula
  • Kardiopati atau kelainan jantung pada ibu yang tidak memungkinkan atau membahayakan bagi ibu jika hamil dan melahirkan.
  • Haematopati atau kelainan darah, misalnya adanya gangguan pembekuan darah yang memungkinkan terjadinya perdarahan yang lama yang dapat mengancam jiwa.
  • Infeksi, misalnya infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubella, Citomegalo virus dan Herpes simpleks), dapat membahayakan ibu dan janin.
author
Author: 
    Hanyalah seorang yang ingin berbagi cerita dan berbagi berita lewat sebuah catatan ringan. I'm note the best, but i will do the best. Silahkan mampir ke tempat saya eserzone. Berteman dengan saya di facebook atau follow saya di twitter
    1. author

      Ronny Dee6 years ago

      Faktor usia juga setahu saya beresiko tinggi.

      Reply
    2. is wartrol a scam6 years ago

      how much is wartrol…

      […]Buy Wartrol genital herpes pictures[…]…

      Reply
    3. 1921 s silver dollar6 years ago

      Thanks!…

      Thanks for all your insight. This site has been really helpful to me….

      Reply
    4. author

      kalender kehamilan6 years ago

      Salam kenal, sebagai ibu muda saya ingin banyak belajar dari para ibu atau siapapun yang lebih berpengalaman menjadi orang tua, lewat dunia maya ini semoga saya bisa mengambil manfaat dan belajar untuk menjadi seorang ibu yang bijak.
      kalender kehamilan´s last blog post ..Tanda-Tanda Kehamilan Pada Wanita

      Reply

    Leave a reply "Kehamilan Resiko Tinggi (Bagian Pertama)"

    CommentLuv badge
    [+] kaskus emoticons nartzco