Sekali lagi Tentang Jerawat

4 comments 778 views

Mengobati Jerawat

Jerawat merupakan bagian kecil dari masalah yang terkadang mengurangi kepercayaan diri seseorang (terutama kaum muda) ketika tampil di ruang publik. Orang awam sering berpendapat bahwa jerawat merupakan bisul kecil-kecil berisi lemak. Keadaan tersebut biasanya mulai timbul pada masa akil balik dan dapat berlanjut selama bertahun-tahun. Pada dasarnya jerawat adalah keadaan di mana ada sumbatan pada pori-pori kulit sehingga muncul abses atau kantong nanah yang meradang dan terinfeksi.

Di negara empat musim, jerawat seringkali memburuk pada musim dingin dan membaik pada musim panas. Hal ini mungkin disebabkan oleh efek sinar matahari yang menguntungkan. Makanan hanya sedikit berpengaruh atau sama sekali tidak berpengaruh terhadap timbulnya jerawat. Meskipun beberapa penderita beranggapan bahwa mereka peka terhadap makanan tertentu, misalnya kacang atau makanan berminyak.

Secara umum ada 2 faktor pencetus jerawat; pertama faktor yang dari luar antara lain cuaca panas, polusi, kosmetik, rokok, alkohol, makanan tinggi lemak dan karbohidrat. Kedua faktor yang dari dalam antara lain hormonal, stres fisik maupun mental, genetik/keturunan. Kedua faktor tersebut dapat merangsang kelenjar minyak/kelenjar sebasea yang terdapat pada lapisan kulit jangat/dermis dan kemudian menghasilkan minyak/sebum secara berlebihan.

Sebenarnya sebum dalam keadaan normal berfungsi sebagai pelembap kulit. Jumlah dan kekentalan sebum yang berlebihan mengakibatkan sumbatan pada pori-pori kulit. Sumbatan tersebut selanjutnya memunculkan benjolan berisi padatan yang disebut komedo. Proses radang kemudian membuat komedo berkembang menjadi jerawat.

Jerawat sendiri dapat dibedakan menjadi:
* Papul, benjolan berwarna merah tanpa nanah.
* Pustul, benjolan merah berisi nanah.
* Nodus dan kista, benjolan yang lebih dikenal sebagai bisul jerawat.

Secara medis dikenal adanya gradasi jerawat, yaitu tingkatan berat ringannya jerawat. Masing-masing ahli punya istilah tersendiri. Ada ahli yang membagi berat ringan jerawat dengan istilah komedonal, papulopustular, dan konglobata/nodus dan kista. Pakar lain membedakannya menjadi jerawat ringan, sedang, dan berat.

Penanganan jerawat mencakup pencegahan (preventif) dan usaha menghilangkan jerawat yang sudah ada (kuratif). Disarankan untuk menjalani keduanya sekaligus karena banyak faktor yang terlibat.

Adapun tindakan pencegahan yang disarankan:

1.       Diet rendah lemak dan karbohidrat.
Pada dasarnya diet makanan untuk mencegah jerawat masih diperdebatkan oleh banyak ahli. Karenanya tidak semua ahli akan menyarankan langkah tersebut sebagai upaya pencegahan

2.      Perawatan berupa pembersihan kulit dari kotoran dan jasad renik.
Langkah ini disarankan untuk dilakukan setiap hari. Terutama setelah beraktivitas seharian, karena debu dan polusi menyebabkan muka dan tubuh jadi sedemikian kotor. Selain membersihkan tubuh dengan cara mandi, gunakan pembersih khusus muka yang sesuai dengan jenis kulit.

3.       Hidup teratur dan cukup istirahat untuk mengurangi stres.
Dengan pola hidup teratur, cukup istirahat maka stres dapat terhindarkan sehingga jerawat pun menjauh

4.      Gunakan kosmetika seperlunya.

Yang dimaksud menggunakan kosmetika seperlunya tidak terbatas dalam jumlah, melainkan juga lama pemakaian. Misalnya jika ibu melakukan aktivitas di rumah saja, sebaiknya tidak perlu menggunakan kosmetika. Ini akan memberi kesempatan pada wajah untuk “bernapas”.

5.      Hindari hal-hal yang memacu produksi sebum.
Sebum atau produksi minyak yang berlebihan adalah pemicu timbulnya jerawat. Untuk itu hindari hal-hal yang memacu produksi sebum, di antaranya rokok, lingkungan yang panas, dan sebagainya.

Bila jerawat sudah telanjur muncul, ada beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan. Langkah tersebut sering diistilahkan sebagai langkah kuratif. Penanganan paling efektif dilakukan oleh ahli, dalam hal ini dokter kulit. Biasanya “menangani” sendiri jerawat yang muncul tidak akan berhasil.

Berikut beberapa langkah penanganan jerawat:

1.      Dengan zat pengelupas
Melepaskan komedo dengan zat-zat pengelupas, semisal, belerang/sulfur, asam salisilat, dan resorsinol.

2.      Antibiotik
Untuk menekan radang biasanya dokter akan memberikan antibiotik yang bisa diminum maupun dioles.

3.      Suntik
Penanganan jerawat yang berbentuk nodus dan kista seringkali menggunakan kortikosteroid, baik dengan cara diminum, dioles, maupun disuntikkan sesuai dengan petunjuk dokter. Selama ini kortikosteroid cukup efektif untuk menekan radang dan hasilnya memuaskan.

author
Author: 
  1. author

    eser7 years ago

    Untuk penggunaan antibiotik bukankah sekarang pemerintah mulai mengumandangkan pengurangan konsumsi antibiotik???
    .-= eser´s last blog ..Saatnya Berhenti Sekolah =-.

    Reply
  2. where to buy wartrol5 years ago

    is wartrol a scam…

    […]Wartrol Scam best treatment genital warts[…]…

    Reply
  3. tetradrachm coins5 years ago

    That’s Right!…

    This is a really good blog. Good work!…

    Reply
  4. author

    bambangtko5 years ago

    secara saya orangnya berjerawat dari dulu yang paling bikin kesal adalah perasaan minder ketika berjerawat…satu hal yang perasaan minder itu hilang adalah dengan rasa syukur dan melihat begitu banyak orang lain yang menderita lebih dari kita mulai dari tumor wajah, bibir sumbing, mata juling dll. So…bagi anda yg berjerawat jika rasa minder itu datang tetap bersyukur dalam hati dan lihat orang yg kurang beruntung dari anda. Dan bagi anda yg tidak berjerawat, orang berjerawat itu di jadikan contoh agar anda lebih bersyukur kepada Sang Pencipta yang menjadikan kulit anda mulus…lus…lus…

    Reply

Leave a reply "Sekali lagi Tentang Jerawat"

CommentLuv badge
[+] kaskus emoticons nartzco