Sekat Tipis Antara Rasional dan Toleransi

14 comments 805 views

Ada apa dengan negeri ini?

image from google

kemarin (160211) sekelompok orang yg mengatas namakan pemuda lintas agama berunjuk rasa (yg sungguh membuat macet) dengan mengusung tema mengenai kebebasan beragama, betapa rancuhnya hal ini jika kita mengaitkan dengan masalah yg sedang hangat akhir-akhir ini yaitu masalah aliran sesat ahmadiyah, beberapa orang yg [sok] Liberal dalam agama (baca: sok ilmiah) menganggap hal ini adalah melanggar kebebasan dalam beragama di indonesia, hal ini bisa saja berarti betapa tdk pahamnya masyarakt menyangkut masalah ini (atau memang memahami salah dengan maksud tertentu), yg hanya sekedar berkoar-koar seperti beo tanpa menyelami pokok masalah yg sebenarnya. “sungguh betapa pentingya mengetahui perbedaan antara penodaan agama dan toleransi terhadap agama lain” berikut status larangan Ahamadiyah diberbagai Negara.

Beberapa waktu yang lalu dinegeri ini, Ketika para ulama di MUI berfatwa bahwa Ahmadiyah sesat dan menyesatkan, beberapa orang Islam Liberal serta sebagian Non Muslim memprotes tindakan MUI. Bahkan ada yang memaki para ulama di MUI sebagai tolol.

Hal yang berbeda terjadi ketika ada aliran sesat seperti “Sekte Hari Kiamat” dalam agama Kristen. Para pendeta di PGI menyatakan sesat, massa menghancurkan markas sekte tersebut, sementara pimpinan aliran sesat diproses secara hukum dan ditahan. Orang-orang Islam Liberal (biasanya para abege labil) serta Non Muslim yang lagi memprotes MUI ketika itu satu pun tidak ada yang protes.

Ada apa dibalik ini? anda bisa runut kembali cuplikan berita tentang Sekte Hari Kiamat:  Pendeta PGI menyatakan sekter Hari Kiamat sesat By Job Laurentius Napitupulu, ada lagi

masalah aliran sesat dalam setiap agama senyatanya sdh ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun yg lalu, dan hal ini sangat tdk rasional apabila qta dengan membabi-buta memahami ini dengan tdk bebasnya setiap org menganut suatu kpercayaan, hal ini sangat kontras berbeda dengan yg terjadi pada sekte hari kiamat atau Ahmadiyah, mereka (aliran2 ini) melalakukan menodaan/penyelewengan/penistaan terhadap ajaran agama orang lain yang telah ada. itupun dlm kasus ahmadiyah beberapa pemuka agama sangat bebas bertolelir dengan memberikan opsi untuk membentuk agama baru dengan tdk mencampur adukkan dengan agama islam, jika ini terjadi, maka sdh pasti kita harus menghormati dan menghargai agama baru tersebut.

Dalam hal kekerasan anarkis, sudah barang tentu hal ini adalah kriminal dan sangat tdk dibenarkan, demikian setiap orang memiliki tempramen yg berbeda-beda tingkat emosianal yg berbeda pengaruh lingkungan yg berbeda semua itu menghasilkan penyelesaian jalan keluar yg berbeda-beda pula, ada yangg melapor kepolisi menuntut kepengadilan ada yang langsung main hakim sendiri membakar bahkan membunuh.

Kita juga melihat media masa (yang kebanyakan tukang hasut dan propaganda) di australia irlandia belgia pastor melakukan pelecehan seksual , apakah hal2 ini dpt kita sangkut pautkan dengan agama, tentu saja tidak. Karena setiap pribadi adalah dirinya sendiri dan lingkungan.

Seperlunya hal ini tak lepas dari lambatnya pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini, alhasil pergolakan ini dimanfaatkan media masa untuk membuat berita dalam berita, yang kebanyakan menyajikan informasi yg tidak berimbang yg semakin membuat masalah ini terolok-olok. Sudah seharusnya kita melihat dunia ini dengan lebih objektif rasional dan jernih

Kutipan berikut saya dapat dari twiter (tapi sudah lupa akunya) : “kita sudah banyak membangun masjid, gereja, wihara, klenteng dan lain-lain didunia saat ini, kini mari kita bangun rasa saling menghargai dan toleransi”

Hiduplah Indonesia dlm “Bhineka Tunggal Ika” semoga bangsa ini terhindar dari perpecahan dan permusuhan, amin. Dikuti dari berbagai sumber, (semua tulisan diatas adalah tanggung jawab penulis).

author
Author: 
    http://facebook.com/carnicuss
    1. author

      Calvin6 years ago

      I like this ….. dulu … um mungkin sampe skarang .. qt leh sama deng orang kebanyakan .. melihat sesuatu dengan sudut pandang yang sempit, tapi berjalan waktu qt juga ikut belajar.. terima kasih untuk pandangan yang carnicus sudah share di sini… pemikiran lain, dengan memperhatikan para agama saling menyerang, qt so mulai paham kenapa sebagian orang memilih menjadi Atheis …
      Calvin´s last blog post ..Ruas jalan Kombos longsor- 1 motor tertimbun Revisi

      Reply
      • author

        bro eser6 years ago

        Artikel ini memang seperti cambuk bagi kita yang katanya menjunjung tinggi Keberaneka ragaman dan katanya saling hormat menghormati antar pemeluk agama. Namun buktinya???
        Kita suka dengan carnicus pe kata-kata kita sudah banyak membangun masjid, gereja, wihara, klenteng dan lain-lain didunia saat ini, kini mari kita bangun rasa saling menghargai dan toleransi”
        bro eser´s last blog post ..Lagi-lagi Tentang Hak Atas Kekayaan Intelektual

        Reply
    2. author

      Richard Rondonuwu6 years ago

      Kita suka sekali salah satu sindiran salah satu petinggi PBNU (kita lupa depe nama) ketika dalam satu kesempatan dialog dengan ketua MUI dan salah satu narasumber yang berkompeten. Disitu dia emengatakan kalo label sesat itu sebenarnya tidak boleh sembarang dikeluarkan. Karna “Sesat” itu adalah apabila ada sebuah aliran / keyakinan berbeda dengan keyakinan yang dianut sang pemberi label sesat tersebut. Pasti torang so dapa tangka apa depe maksud.
      Terlepas dari hal berbau SARA itu, Indonesia menganut paham bhinneka tunggal ika, Pancasila dgn yang teranyar Demokrasi. Kita rasa samua itu so bisa menjadi torng pe acuan dalam menghadapi masalah – masalah tersebut.

      Tabea, Blogger Kawanua!!

      Reply
    3. author

      Domba Garut6 years ago

      Sebagai pemeluk agama yang beriman, dengan rujukan Al-Qur’an dan Al-Hadist, telah jelas disebutkan bahwa agama terakhir dalam dunia ini adalah Islam, selebihnya adalah “spin-offs” atau sempalan dari orang-orang yang memang punya maksud tertentu dan adalah bagian dari skenario akhir zaman.. dimana akan ada lebih dari 72/73 sekte atau aliran lain yang mencuat dalam kehidupan..

      Hal seperti Ahmadiyah dan sempalan lainnya akan terus bermunculan kedepan dengan nama, bungkus dan pendekatan massa yang beragam..

      Kuncinya yang paling mendasar sebenernya ada pada diri masing-masing, perdalamlah kefahaman, keimanan agama dengan baik dan benar, jika mengaku seorang muslim – rujukan uatama hanya ada dua: Al-Qur’an dan Al-Hadits bukan kitab2 karangan lainnya.. semoga kita semua dihindarkan dari kesesatan yang nyata. Amin.

      Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari Iraq..
      Ya, Iraq yang sampai kini masih terus dilanda kericuhan dan kekerasan..

      Reply
    4. author
      Author

      carnicus6 years ago

      thx, buat yg tlh mmbrikan kmentar disini, namun sejauh yg perlu diketahui sya sngaja tdk membaurkan tentang perilaku ajaran2nya yg mana yg benar dan yg mana yg salah namun intinya adalah jika anda mempunyai sebuah radio-tape yg anda beli dgn uang anda sndiri ditaruh dalam ruangan rumah anda sndiri dan anda tdk pernah menunggak PBB, bukan berarti anda bisa memutarnya keras2 tengah malam buta smentara tetangga anda terganggu, karena “kebebasan tdk bisa menginjak-injak kebebasan org lain”

      Reply
    5. author

      argytrans6 years ago

      Saya punya pandangan yang berbeda terhadap artikel anda.
      Apakah dengan menuliskan artikel ini, anda merasa harus “membela” suatu “keyakinan” atau satu aliran agama tertentu, karena anda memiliki suatu keyakinan atau agama tertentu yang punya aturan “menolak” aliran ahmadiyah berdiri di Indonesia sehingga anda seakan mengcover dengan merangkai kata “sungguh betapa pentingya mengetahui perbedaan antara penodaan agama dan toleransi terhadap agama lain”?

      Sekarang seandainya anda berkoar – koar tentang toleransi beragama, apakah maksud anda toleransi beragama itu berarti: semua agama ditoleransi tetapi tidak semua “aliran agama” ditoleransi terlebih jika “aliran agama” itu dianggap melakukan “penodaaan/penistaan agama” karena merupakan ancaman terhadap agama atau?

      Saya tidak membela aliran Islam Liberal dan Non muslim dan aliran lainnya apalah yang anda katakan memprotes sikap MUI terhadap Ahmadiyah.
      Secara pandangan saya, mungkin saja mereka juga punya pandangan tertentu mengapa melakukan pembelaan terhadap Ahmadiyah, karena bukannya di Negara – Negara lain aliran Ahmadiyah juga berdiri dan boleh berkembang contohnya di amerika, Canada, Bangladesh, India, Pakistan yg punya populasi ahmadiyah terbesar.
      Lalu mengapa pengertian anda seolah2 turut membenarkan bahwa Ahmadiyah memang melakukan “penodaan agama’ atau apakah karena anda menganut satu keyakinan tertentu yang melarang adanya aliran ahmadiyah di Indonesia kemudian anda memberikan “pembelaan” dengan memaparkan tentang “bagaimana seharusnya toleransi beragama itu dijalankan”?

      Sah-sah saja kalau anda sampai memaparkan dan memberikan bukti dari wikipedia tentang aliran Ahmadiyah yang seakan telah dilarang “di berbagai negara” untuk menguatkan pandangan anda, tetapi setelah saya telusuri ternyata sumbernya (dari wikipedia sendiri) menurut saya bukan bukti kuat (ternyata hanya 4 – 5 negara yg melarang ahmadiyah berdiri, itupun negara2 yg notabene masyarakatnya mayoritas menganut satu agama tertentu yg mungkin keyakinannya menolak keberadaan Ahmadiyah), penjelasannya kurang karena berbahasa Indonesia yang mungkin juga ditulis oleh orang yang saya notabene tidak tahu apakah dia netral atau juga membela suatu keyakinan tertentu yang melarang aliran ahmadiyah berdiri. Bahkan di halamannya sendiri ada peringatan: “Kenetralan sebagian atau keseluruhan artikel ini dipertentangkan.”
      Mungkin jika anda mencantumkan beberapa sumber lainnya, seperti dari VOA (Voice of Indonesia), atau sumber resmi wikipedia berbahasa inggris tentang ahmadiyah (ahmadiyaa) http://en.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyya_Muslim_Community, http://en.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyya, di situ jelas2 ada gambaran demografis di Negara mana saja populasi Ahmadiyah ada.

      Bukankah di beberapa agama tertentu, satu agama terdapat beberapa aliran? Di Islam ada Sunni dan Syi’ah, Kaum Nasrani punya denominasi, Budha identik dengan shaolin lalu aliran dari Tibet dipertentangkan.

      Lalu mengapa memberikan “pengertian2” akan aliran yg dianggap ‘sesat/penistaan/penodaan” seolah-olah anda mengatakan bahwa aliran ahmadiyah memang “aliran sesat” bukankah itu pembelaan terhadap aliran atau prinsip/keyakinan tertentu?

      “beberapa orang yg [sok] Liberal dalam agama (baca: sok ilmiah) menganggap hal ini adalah melanggar kebebasan dalam beragama di indonesia, hal ini bisa saja berarti betapa tdk pahamnya masyarakt menyangkut masalah ini (atau memang memahami salah dengan maksud tertentu), yg hanya sekedar berkoar-koar seperti beo tanpa menyelami pokok masalah yg sebenarnya. “sungguh betapa pentingya mengetahui perbedaan antara penodaan agama dan toleransi terhadap agama lain” berikut status larangan Ahamadiyah diberbagai Negara.”

      Saya beri contoh, di Amerika saja ada aliran setan, gereja setan, saksi yehova, gereja mormon, agama scientology, penganut Vampir, tapi mereka tidak ditentang atau dilarang beerdiri karena mungkin aliran2 itu terdaftar di badan hukum sehingga perkembangannya di awasi oleh pemerintah.
      Beda dengan ‘sekte –sekte underground dan illegal” yang tidak terdaftar di badan hukum karena mungkin saja mereka melakukan inisiasi2 yang tidak diperbolehkan hukum, mengobankan nyawa seseorang misalnya.

      Mungkin juga contoh wacana “aliran sesat hari kiamat” seperti yang anda paparkan telah keluar dari ranah hukum seperti sekte2 ilegal, toh ujung2nya juga diproses melalui jalur hukum.
      Protes itu biasa, berarti menunjukkan perilaku demokrasi. Yang tidak dibenarkan kalau aksi itu sudah melewati aturan2 hukum dan perundangan yang berlaku. Jadi hukum itu harus lebih tegas dan “Netral”.

      So, saya rasa ini adalah artikel yang kontroversi, jika pembaca lebih jeli melihat pengertiannya. Karena line “tanpa menyelami pokok masalah yang sebenarnya” brarti menurut saya adalah tentang siapa membela siapa?

      Reply
      • author
        Author

        carnicus6 years ago

        1. apa yg membedakan ahmadiyah dgn sekte hari kiamat yg dibubarkan secara paksa krena jelas pengandung penyimpangan menurut agama kristen dan ahmadiyah layak didukung dgn berdalih pd “kebebasan beragama”.
        2. penyimpangan/sesat sdh ada sjk dahulu dlm islam kristen dll (akn trs ada), dan mndpat stempel “haram” dari Agama2 itu. lalu mengapa sekarang harus beda.
        3. syiah, sunni, tdk = ahmadiyah
        4. amerika tdk = indonesia dlm menjalankan arti “kebebasan”
        5. kebebasan nyatanya tdk sebebas yg anda pikirkan,
        6. tdk perlu jeli utk melihat, jelas bahwa saya membela para penentang ahmadiyah, apakah anda baru sadar.
        7. bagaimanapun keberpihakan pasti tercipta dlm sifat alami manusia hal ini akibat dari kesamaan/perbedaan pendapat/pandangan setiap manusia.
        8. keluar/penyimpang dari konteks Al-Quran = mutlak sesat/kafir menurut Islam, jelas mengecewakan para sebagian penganut kebebasan beragama,
        9. Ahmadiyah = sesat menurut pandangan islam bukan mnurut masyarakat multikultural, jelas Non islam tdk akan mengerti hal ini.
        10. sekte2 yg dilegalkan amerika dan negara lain = menurut hukum perundang-undangan bkn menurut aturan agama.
        11. saya tdk memaksa utk semua org menganggukkan artikel saya diatas.
        12. ya saya toleransi : klo ahmadiyah adalah agama, Jesus adalah tuhan oleh agama, Dewa adalah Tuhan oleh agama, Budha adlh tuhan oleh agama, Yahweh adalah tuhan oleh agama, dan Mirza adalah anak Tuhan oleh seandainya agama Ahmadiyah, ya saya toleransi!
        13. sangat mungkin juga saya salah, dunia diciptkan utk dipikirkan dan tak jarang pikiran juga yg membuat qta salah memahami dunia ini, wallahu’alam

        Reply
    6. author

      argytrans6 years ago

      Nah, kalau begini khan jelas Bro. Menjelaskan dengan ‘sejelas – jelasnya’ pandangan anda. Ada poin – poinnya lagi :)
      Terimakasih. Dengan begini, komentar anda menambah kejelasan artikel anda dan komentar saya (karena mungkin saja saya yang kurang mudeng) dan cukup membuat saya jelas. Piss!!
      :cendol

      Btw, bung admin. Kaskus biasanya klu ‘piss’ pake icon apa? rupa nyanda ada. Bung Carnicus sori nda ada icon ‘piss” kase cendol jo ne.. :D

      Reply
    7. author
      Author

      carnicus6 years ago

      ahoy sis, smpat bingung tdi mo komeng pegimana, terlampau membuncit nnt (lirik pa om calvin :tkp ) klo nda pake numbering dpe penjelasan hahahaha..

      thx sis atas cendolnya (mo nagih klo kopdar huakakakaka )
      14. dan saya suka greenday :kr

      Reply
    8. author

      argytrans6 years ago

      Ok sob, mar nanti ngana beli akang qta nasi goreng neh.. biar impas wkwkwkwkawaka..
      :alay

      Reply
    9. author
      Author

      carnicus6 years ago

      jiaahhh.. :hammer

      Reply
    10. morgan silver dollar weight5 years ago

      Yep….

      I couldn’t have said it better myself……

      Reply

    Leave a reply "Sekat Tipis Antara Rasional dan Toleransi"

    CommentLuv badge
    [+] kaskus emoticons nartzco