Serunya Nonton Bareng Linimassa 2 di Fatek Unsrat

4 comments 928 views

Nobar Linimassa di Manado

Foto bareng sebagian penonton yang hadir sebelum noreng

Sabtu 3 November 2012 bertempat digedung  T18 Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado diadakan nonton bareng Linimassa 2. Acara nonton bareng yang diprakarsai oleh Mapalus TIK dan disupport sepenuhnya oleh Relawan TIK Sulawesi Utara dan Kawanua Blogger (Kawanua Blogger – Komunitas Blogger Sulawesi Utara) berlangsung seru.

Tak kalah dengan daerah lainnya yang juga melakukan pemutaran serentak film linimassa 2 (film linimassa 2 diputar di 53 daerah secara serentak) acara nonton bareng kemari yang turut disaksikan oleh 2 akademisi muda Sulawesi Utara yang sangat peduli dengan dunia teknologi dan Informasi (mner Stanley dan mner Deo) berlagsung sangat meriah dan mendapatkan antusias dari para penonton.

Film Linimassa 2 sendiri banyak memberikan pesan kepada kita mengenai pemanfaatan teknologi apalagi Internet. Beberapa pesan yang bisa saya tangkap dari film Linimassa adalah:

  • Jangan mudah percaya terhadap berita yang beredar. Beberapa waktu yang lalu sempat terjadi konflik di Ambon. Berita yang beredar seolah-olah menggambarkan suasana yang terjadi di Ambon sangat mencekam padahal sebenarnya tidaklah demikian. Memang sempat terjadi pertikaian antar warga akan tetapi tidak seperti yang dibayangkan/diberitakan beberapa media. Saking hebohnya pemberitaan media tentang pertikaian yang terjadi akhirnya sempat beredar kabar bahwa telah terjadi pembakaran rumah ibadah (gereja dan masjid). Padahal kabar tersebut tidaklah benar, mungkin ada orang yang menginkan pertikaian terjadi sehingga menyebarkan berita-berita yang tidak benar (hoax). So, selayaknya kita sebagai orang yang menerima informasi harus mengkaji terlebih dahulu berita yang kita terima bahkan kalau perlu melakukan konfirmasi terhadap orang yang bisa dipercaya jangan cepat termakan dengan berbagai berita/isu yang beredar
  • Jadilah pengguna sosial media yang sehat. Sehat disini bukan berarti kondisi tubuh kita tidak sedang sakit, akan tetapi yang saya maksud disini adalah kita sebagai pengguna situs jejaring sosial entah itu facebook atau twitter dan berbagai situs lainnya hendaknya menyebarkan berita-berita yang akurat dan positif. Jika ditempat tinggal kita terjadi suatu pertikaian hendaklah kita bijak dalam menyebarkan berita seperti memposting di blog, mengupdate status facebook, tweet atau broadcast message di BBM (baca artikel sayang yang berjudul: Postingmu Harimaumu). Jangan menyebarkan informasi yang bisa memperkeruh suasana, namun buatlah informasi positif untuk dikonsumsi orang lain. Jika situs berita, koran, berita di televisi menyebarkan informasi tentang tindakan kekerasan yang terjadi, kenapa sebagai blogger kita tidak menyebarkan solusi bagaimana untuk mendamaikan mereka yang bertikai?
  • Teknologi itu ibarat pisau bermata dua. Disatu sisi bisa dipergunakan untuk hal yang positif, disisi lain juga bisa digunakan untuk hal negatif. Perkembangan teknologi yang semakin cepat tentu saja memberikan keuntungan bagi kita. Hal ini terlihat dari perkembangan salah satu stasiun Radio yang menjadi pilot project di film Linimassa 2 yang dari awal hanya bermodalkan peralatan ala kadarnya (tape bekas, tiang antena dari bambu) hingga akhirnya sekarang sudah menggunakan peralatan modern. Radiopun semakin eksis walau hanya dijalankan dari suatu desa kecil. Hal lain juga yang di tampilkan di film Linimassa ini adalah adanya Kampung Cyber di sebuah RT di Yogtakarta. Bayangkan saja 90% penduduk di RT tersebut sudah menggunakan internet, bahkan di poskamlingpun para warga bisa menggunakan koneksi internet secara gratis.
  • Lokasi tidaklah harus menjadi sebuah masalah untuk berwirausaha dan dikenal didunia luar.  Film Linimassa 2  memberikan sebuah contoh bagaimana seorang pengrajin batik memanfaatkan kerajinan dan hasil karyanya untuk dipasarkan hanya melalui blog dan situs jejaring sosial seperti facebook. Bahkan hasil karya dari pengrajin batik ini  sudah mendatangkan pembeli dari luar negeri seperti Belanda dan negara lainnya bahkan sampai ke Afrika Selatan. Tak salah memang jika ada pepatah yang mengatakan dunia hanya selebar daun kelor dan internet membuktikannya.
  • Tidak butuh uang berlimpah untuk bisa eksis bahkan bisa sukses di dunia maya. Selain desa Cyber ada juga sebuah desa di Indonesia (lupa di propinsi mana) yang melek IT dengan menggunakan open source bahkan desa tersebut sudah memiliki website sendiri yang up to date. Bagaimana dengan di Sulawesi Utara? Jangankan sebuah desa, website-website yang dikelolah dengan dana berlimpah milik Kabupaten/Kota dan SKPD yang ada di Sulawesi Utara antara ada dan tiada. Saya sebut website itu  ada karena memang  sudah melanglang buana didunia maya dan saya sebut tiada karena konten yang disajikan itu-itu saja alias tidak diupdate (lihat beritanya disini)
  • Usia bukanlah menjadi penghalang untuk bisa eksis dan berkarya didunia maya. Ada yang berpikiran bahwa usia lanjut (USILA) sudah tidak bisa produktif/eksis didunia maya apalagi dunia blogging. Namun para emak-emak blogger ini membantah hal tersebut. Lucu juga melihat oma-oma yang jarinya dengan lincahnya menari diatas keyboad. Yang tua aja bisa, kenapa kita yang muda ngga mau berbagi lewat blog?
  • Jangan menganggap remeh peran blogger. Media memang punya nama besar karena mereka juga disokong oleh dana yang tidak sedikit, akan tetapi ribuan wartawan yang ada di Indonesia jumlahnya masih tertinggal jauh dengan jumlah blogger yang  ada di Indonesia yang mencapai 3 juta orang. Bayangkan saja jika blogger yang berjumlah 3 juta menyebarkan posting yang positif apalagi bersifat edukasi, bukankah kita juga bisa turut berperan dalam mendidik masyarakat yang ada di Indonesia?

Masih banyak pesan lain juga yang bisa kita dapatkan dengan menonton film Linimassa 2. So, bagi anda yang tertarik untuk menonton film linimassa 2 ataupun ikut serta mensosialisasikan film Linimassa 2 yang banyak memberikan edukasi ke masyarakat silahkan menghubungi Mapalus TIK Sulut ( mner Deo) dan Kawanua Blogger (bro eser dan alfa leo)

Sayangnya saat pemutaran film Linimassa 2 kemarin di Fatek Unsrat tidak ada para pembuat dan pengambil keputusan baik dari  top eksekutif dan top legislatif di Prov. Sulawesi Utara, yang hadir sehingga nantinya mereka bisa menyusun program yang bisa mencerdaskan masyarakat Sulawesi Utara lewat pemanfaatan teknologi dan internet.

Tak lupa beberapa dokumentasi sebelum, selama dan sesudah nonton bareng film linimassa 2

Nobar Linimassa di Manado 3

Foto bersama mahasiswa fatek jurusan TI angkatan 2008

Nobar Linimassa di Manado 2

Serunya nonton Linimassa 2

Nobar Linimassa di Fatek Unsrat

Nobar Linimassa di Fatek Unsrat

Nobar-Linimassa-di-Fatek-Unsrat-2

Selesai nonton bareng. Sebelum pulang foto-foto dulu ah,,….

author
Author: 
    Hanyalah seorang yang ingin berbagi cerita dan berbagi berita lewat sebuah catatan ringan. I'm note the best, but i will do the best. Silahkan mampir ke tempat saya eserzone. Berteman dengan saya di facebook atau follow saya di twitter
    1. author

      Leon5 years ago

      adoohh.. qt kwa da sakit.. kalo nda qt da pigi..
      mantap K2B…

      Reply
    2. author

      Calvin5 years ago

      Film dokumenter yang membuka wawasan… Sy bangga dengan bangsa Indonesia, TIK masih bisa bebas diakses dan digunakan. mari terus berjuang untuk itu… Go Freedom..!! :2thumbup

      Reply
    3. author

      kenapa sama5 years ago

      keren ya
      kenapa sama´s last blog post ..10 Kalimat yang Menginspirasi Wanita

      Reply
    4. author

      Ronny Dee5 years ago

      Sebenarnya ada lomba nulis reviewnya, cuma udah telat :)
      Ronny Dee´s last blog post ..Yusuf : Tokoh Natal Yang Terlupakan

      Reply

    Leave a reply "Serunya Nonton Bareng Linimassa 2 di Fatek Unsrat"

    CommentLuv badge
    [+] kaskus emoticons nartzco